World Milk Day Fest

World Milk Day Fest merupakan acara buat menyemarakkan acara World Milk Day yang dirayakan tiap tanggal 1 Juni.
KMPV Ternak Besar mengundang SEMUA MAHASISWA seluruh INDONESIA buat ngrayain sama-sama peringatan ini :)

so, don’t miss it guys
rangkaian dari festival bisa dilihat pada poster di Bawah ini …

Oiya kita juga ada Seminar Nasional yang memberikan wawasan tentang dunia milking di Indonesia …. ;D

World Milk Day Festival

Menyeruput Susu Kerbau Sumbawa

Sumbawa, kawasan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sepertinya diberikan takdir oleh Tuhan memiliki kekayaan alam melimpah. Di kawasan ini populer dengan beragam asupan untuk menyehatkan tubuh. Mulai dari madu tawon bermutu, susu kuda liar yang dipercaya sanggup meningkatkan vitalitas, hingga susu kerbau dengan kualitas yang diyakini lebih bagus daripada susu sapi. Sumbawa juga mempunyai sumber daya alam di Batu Hijau yang kini dikelola oleh PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT).

Untuk membuktikan semua itu, Tempo putuskan melancong ke Desa Rarak, Kecamatan Telaga Bertong, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, yang kabarnya gudang pemerahan susu kerbau.

Bahkan, di desa tersebut, Tempo bertemu langsung dengan peternak kerbau sekaligus penyedia susu hewan yang suka kubangan ini. Dia adalah Ahmad “Wage” Baso. Pria keturunan generasi ketiga suku bangsa Bugis Makassar di Nusa Tenggara Barat ini merupakan penyedia susu kerbau yang populer di kawasan tersebut.

Menurut Wage, susu kerbau lebih kental dan gurih daripada susu sapi. Bagi orang yang sulit tidur atau terkena penyakit insomnia, jelasnya, susu kerbau sangat cocok untuk mengatasinya. “Susu kerbau membuat orang enak tidur, meningkatkan nafsu makan, serta menambah stamina,” kata lelaki berusia 42 tahun itu kepada Tempo, pekan lalu.

Ucapan Wage bukanlah isapan jempol. Tempo juga sempat nyeruput susu kerbau hasil perahan yang disimpan di botol minuman mineral ukuran 600 mililiter seharga Rp 15 ribu per botol. “Rasanya memang mantap dan lebih kental ketimbang susu sapi atau susu kambing.”

Anehnya lagi, untuk mengkonsumsi susu kerbau, tak perlu melalui proses pasteurisasi alias dipanaskan di atas bara api, melainkan diminum langsung seusai diperah.

“Susu ini memang lebih enak diminum langsung setelah diperah dari puting kerbau,” ujar Jen Makassau, pria berusia 35 tahun yang sudah lima tahun berlangganan susu kerbau Wage.

Kalau dipanaskan, menurut Ibrahim Baso, pemuda yang memiliki empat ekor kerbau, rasanya tak segurih susu yang masih mentah. “Lebih enak diglek langsung,” katanya kepada Tempo.

Jen Makassau menambahkan, susu kerbau selain bisa diminum langsung dapat pula diolah menjadi makanan tradisional yang disebut palopo atau permen. Bahan baku palopo adalah susu kerbau, gula jawa, dan para (sejenis jeruk berduri) untuk mempercepat proses pengentalan susu. Kue ini, jelas Jen, telah menjadi makanan tradisional dan khas KSB (Kabupaten Sumbawa Barat). “Hampir semua orang yang berkunjung ke KSB biasanya mencari palopo yang terbuat dari susu kerbau,” ujar Jen.

Beberapa hasil penelitian yang dikutip dari Hasinah & Handiwirawan, 2007, menyebutkan tekstur krem dalam susu kerbau yang halus sangat ideal untuk berbagai produk hasil susu dan lebih efektif dalam biaya dibandingkan susu sapi. Kandungan kolesterol susu kerbau 43 persen lebih rendah dari susu sapi, sedangkan kadar kalsiumnya 65 persen lebih tinggi dari susu sapi.

CHOIRUL AMINUDDIN
sumber : http://www2.tempo.co/read/news/2012/03/12/201389536/Menyeruput-Susu-Kerbau-Sumbawa

 

Manisnya Pasar Susu Indonesia

TB News – Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang sangat besar. Di tengah pertumbuhan ekonomi, konsumsi daging dan susu terus meningkat.

Ketua Dewan Persususan Nasional Teguh Boediyana mengatakan, konsumsi susu nasional masih sangat rendah, baru 2 liter per kapita per tahun. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia yang telah 16-18 liter, dan bahkan Thailand 28 liter per orang per tahun.

Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta, pertumbuhan konsumsi satu liter per kapita per tahun akan meningkatkan kebutuhan susu nasional 250 juta liter. “Ini angka yang sangat besar,” katanya saat dihubungi VIVAnews, Selasa 17 April 2012.

Berdasarkan data Badan Pusat dan Statistik, produksi susu nasional pada 2009 sebesar 19,2 juta liter, dengan nilai Rp59,5 miliar. Produksi susu petani lokal, menurut Teguh baru bisa memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan domestik.

“Sisanya impor. Nilainya sampai US$700 juta Rp6,3 triliun,” katanya. Impor ini dari berbagai negara seperti Selandia Baru, Australia, dan Eropa.

Dalam catatan BPS, konsumsi telor dan susu pada tahun lalu baru 3,25 kg per kapita per tahun. Konsumsi ini turun dibandingkan tahun 2010, sebesar 3,27 kg.

Sebelumnya, di tengah lawatan ke Indonesia, Perdana Menteri Selandia Baru John Key menyatakan siap membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan yang meningkat pesat. Sebagai salah satu produsen daging dan produk berbasis susu, Selandia Baru siap membantu menjamin pemenuhan kebutuhan itu.

“Impor daging sapi berkualitas tinggi dari Selandia Baru hanya selalu menjadi pelengkap, bukan jadi tantangan bagi produksi dalam negeri di Indonesia,” kata Key.

Begitu pula dengan upaya Selandia Baru untuk meningkatkan ekspor produk berbasis susu ke Indonesia. “Jadi ada banyak peluang bisnis yang signifikan dalam memenuhi target ketahanan pangan di Indonesia, dan terutama dalam menjalin kemitraan baru antarpebisnis Selandia Baru dan Indonesia.”

Dalam mendukung pengembangan peternakan sapi Indonesia, Selandia Baru akan memberikan dukungan fasilitas produksi pemerahan susu agar Indonesia bisa memproduksi susu segar lebih banyak. Selain itu, Selandia Baru juga akan mendukung fasilitas pertanian, sehingga produksi daging lokal bisa terus meningkat.

Sekadar informasi, kekuatan Selandia Baru dalam dalam industri peternakan adalah sistem budidaya rumput, pengolahan skala besar, investasi riset, dan sistem pemasaran yang kreatif. Sehingga mendukung industri ini berkembang pesat dan diakui di komunitas internasional.

Sumber : VIVAnews.com

Konsumsi Makanan Rendah Lemak Susu bisa Membantu Mengurangi Risiko Stroke

TB News -Penelitian ini diterbitkan di jurnal Stroke-menunjukkan bahwa orang yang minum susu rendah lemak dan makan rendah lemak seperti yogurt dan keju memiliki risiko lebih rendah terkena stroke dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi penuh lemak rekan-rekan susu.

Produk Susu Rendah Lemak

Produk Susu Rendah Lemak

Dipimpin oleh Dr Susanna Larsson dari Karolinska Institute di Swedia, para peneliti menganalisis data dari hampir 75.000 orang dewasa – menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi rendah lemak produk susu memiliki risiko 13% lebih rendah dari iskemik stroke dibandingkan mereka yang makan makanan tinggi lemak susu. “Ini adalah studi terbesar hingga saat ini untuk meneliti hubungan antara konsumsi total, rendah lemak, penuh lemak dan makanan susu khusus dan risiko stroke pada pria dan wanita dewasa, “kata Larsson. Negara di Eropa Utara dan Amerika Utara mengkonsumsi makanan tradisional susu lebih dari masyarakat pada umumnya . Jadi beralih ke rendah lemak produk susu dapat mempengaruhi risiko stroke bagi jutaan orang, katanya. “Dari perspektif kesehatan masyarakat, jika orang mengkonsumsi lebih banyak makanan susu rendah lemak daripada makanan tinggi lemak susu, mereka akan mendapatkan keuntungan dari penurunan risiko stroke dan lainnya hasil kesehatan positif, “tambahnya. “Konsumsi susu total, penuh lemak susu, susu, susu asam / yogurt, keju, dan krim / creme fraiche tidak terkait dengan risiko stroke, “tambah mereka, mencatat bahwa hasil tersebut menunjukkan bahwa rendah lemak konsumsi susu terbalik terkait dengan risiko stroke.

Namun, Lasson mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara konsumsi rendah lemak susu dan risiko stroke perlu dilakukan kembali . Para penulis menambahkan bahwa manfaat dari makanan rendah lemak susu mungkin karena vitamin dan mineral yang seperti produk mengandung, seperti kalsium, kalium, magnesium dan vitamin D. “Ada kemungkinan bahwa vitamin D dalam makanan rendah lemak susu dapat menjelaskan, sebagian, risiko menurunkan diamati stroke pada kajian ini karena efek potensial terhadap tekanan darah, “kata Larsson.

Source: Stroke
Published online ahead of print, doi: 10.1161/STROKEAHA.111.641944
“Dairy Consumption and Risk of Stroke in Swedish Women and Men”

Authors: S.C. Larsson, J. Virtamo, A. Wolk

Susu untuk Indonesia Yang Lebih Baik …

TB News – bentar lagi dunia akan memperingati Hari Susu yang jatuh tanggal 1 Juni tahun ini.
(Yeaaaaaaaaaah … ;) )

Kelompok Minat Profesi Veteriner Ternak Besar (KMPV TB)mengajak kalian untuk sama-sama memperingatinya :D ..

.
dan Mulai Bulan Mei ini kita akan memberikan informasi-informasi seputar susu dan hal-hal menarik yang lagi booming
tentu saja masih seputar susu donk:D

Oiya, ini beberapa fakta menarik tentang Susu yang perlu kita tahu …
Check this out Guys

  1. Sapi perah menyediakan lebih dari 90% pasokan susu seluruh planet ini
  2. Dibutuhkan 10 pon susu untuk membuat satu pon keju, 21 pon susu untuk membuat satu pon mentega, dan 12 pon susu untuk membuat satu galon tunggal es krim
  3. susu terdiri dari 85 hingga 95 persen air. Sisa volume yang berasal dari vitamin bergizi, protein, karbohidrat, dan lemak.
  4. Sebuah ambing sapi mampu untuk menampung sekitar 25 dan 50 pon susu murni.
  5. sapi tunggal mampu menghasilkan 90 gelas susu per hari atau sekitar 200.000 gelas susu per seumur hidup
  6. Susu adalah unik karena tidak ada minuman lain di dunia mengandung nutrisi alami lebih banyak
  7. Anak-anak membutuhkan susu nutrisi menyediakan karena sistem mereka mengembangkan kerangka menggantikan massa tulang sekitar setiap dua tahun sampai mereka mencapai kedewasaan
  8. Pengiriman susu ke rumah-rumah dimulai sejak tahun 1942.
  9. Susu pasteurisasi, yang dimulai pada akhir 1800-an, bertujuan untuk mengendalikan epidemi tuberkulosis pada waktu itu.

nah, cukup segini dulu info tentang susu nanti kita sambung-sambung lagi tentang info susu selanjutnya yaaaaaaa … :)
- Be TB Be Success Veterinarian

Welcome Party for “Success Veterinarian”

We're Success Veterinarian

We're Success Veterinarian

TB News - Hi Folks,

lama gak posting sesuatu di blog ini …. (hehehehe)

kemarin (10 April 2012) ada hari TB yang dilaksanakan cukup meriah euy ?!?!
Anggota TB yang baru a.k.a Angkatan 2011 juga ikut ambil bagian dalam acara ini.
Di hari TB itu para temen-temen baru (yang baru jadi anggota), di beritahu tentang beberapa acara TB untuk kedepannya.
Ternyata Kegiatan Kelompok Minat Profesi Veteriner yang berdiri sejak tahun 2000 ini, cukup padet juga lhoooo …..
Kagak Percaya ?!?!?! Check this out yaaa guyss :)

Penjabaran Kegiatan dimulai dari divisi PSDM yang mau ngadain KPK (), trus yang gak kalah seru dari divisi SOSMAS yang mau ngerayain Milk Day yang jatuh sekitar bulan Juni (bentar lagi donk), Trus ada terobosan baru dari divisi yang di koordinasi ma Mas Fedho, The Specialist, sebuah bentuk pencarian bakat buat anggota kelompok minat ini tentang keinginanya untuk mempelajari secara lebih mendalam tentang ternak besar yang lebih spesifik.
Terakhir ketua (baca: Mas yuyud) berpesan pada anggota baru untuk lebih aktif lagi di acara TB, cz pengetahuan gak hanya di dapet di bangku kuliah aja, tapi dari temen-temen deket, kakak-kakak bisa diajak buat tukar pikiran.

Trus acara ditutup ma pemutaran dokumentasi tentang Diklat buat anggota baru… (Sumpah anggota baru Gokil abizzzzzzz :D )

Oke gitu aja postingan saya untuk kali ini…
nanti akan disambung lagi yaaaa

- be TB be Success Veterinarian-