Susu untuk Indonesia Yang Lebih Baik …

TB News – bentar lagi dunia akan memperingati Hari Susu yang jatuh tanggal 1 Juni tahun ini.
(Yeaaaaaaaaaah … 😉 )

Kelompok Minat Profesi Veteriner Ternak Besar (KMPV TB)mengajak kalian untuk sama-sama memperingatinya 😀 ..

.
dan Mulai Bulan Mei ini kita akan memberikan informasi-informasi seputar susu dan hal-hal menarik yang lagi booming
tentu saja masih seputar susu donk … 😀

Oiya, ini beberapa fakta menarik tentang Susu yang perlu kita tahu …
Check this out Guys

  1. Sapi perah menyediakan lebih dari 90% pasokan susu seluruh planet ini
  2. Dibutuhkan 10 pon susu untuk membuat satu pon keju, 21 pon susu untuk membuat satu pon mentega, dan 12 pon susu untuk membuat satu galon tunggal es krim
  3. susu terdiri dari 85 hingga 95 persen air. Sisa volume yang berasal dari vitamin bergizi, protein, karbohidrat, dan lemak.
  4. Sebuah ambing sapi mampu untuk menampung sekitar 25 dan 50 pon susu murni.
  5. sapi tunggal mampu menghasilkan 90 gelas susu per hari atau sekitar 200.000 gelas susu per seumur hidup
  6. Susu adalah unik karena tidak ada minuman lain di dunia mengandung nutrisi alami lebih banyak
  7. Anak-anak membutuhkan susu nutrisi menyediakan karena sistem mereka mengembangkan kerangka menggantikan massa tulang sekitar setiap dua tahun sampai mereka mencapai kedewasaan
  8. Pengiriman susu ke rumah-rumah dimulai sejak tahun 1942.
  9. Susu pasteurisasi, yang dimulai pada akhir 1800-an, bertujuan untuk mengendalikan epidemi tuberkulosis pada waktu itu.

nah, cukup segini dulu info tentang susu nanti kita sambung-sambung lagi tentang info susu selanjutnya yaaaaaaa … 🙂
Be TB Be Success Veterinarian

Advertisements

Minuman Ringan Anti Kanker dari Urin Sapi

Minuman ringan ini diklaim memiliki rasa lezat dan mampu melindungi dari berbagai penyakit

TB-News  Sebuah perusahaan minuman di India menyatakan akan memproduksi sejenis minuman ringan unik. Minuman yang akan mulai dijual Desember mendatang dibuat dari urin sapi dan diklaim berkhasiat mengobati dan mencegah berbagai macam penyakit.

Departemen Perlindungan Sapi di Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), produsen pembuatnya, merencanakan untuk menghasilkan minuman yang dalam bahasa Hindi dikenal sebagai “gau jal” atau air sapi pada akhir tahun ini.

Meskipun menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak mengenai dampak kesehatan dari minuman ringan tersebut, Om Prakash, Kepala Departemen Perusahaan menegaskan minuman ini akan menjadi sajian ‘lezat’.

Seperti dikutip Female First, selain menawarkan rasa minuman yang nikmat, air sapi ini juga diklaim memiliki sejumlah khasiat medis. Diantaranya dapat mengobati beberapa penyakit kronis seperti kanker dan penyakit hati. Sumber: (www.vivanews.com)

Bakteri “Vampire” Penghisap Bakteri

Bakteri Micavibrio aeruginosavorus (kuning), menempel pada bakteri Pseudomonas aeruginosavorus (ungu), dikelilingi sel-sel P. aeruginosavorus yang mati (abu-abu)

TB News – Bakteri “vampire” adalah jenis bakteri yang ditemukan 30 tahun lalu di instalasi pembuangan limbah.  Micavibrio aeruginosavorus, demikian nama asli bakteri itu, dijuluki vampire sebab memiliki kemampuan untuk hidup dengan menghisap nutrisi dari bakteri lain. Studi terkini oleh ilmuwan dari University of Virginia dengan teknik genetika modern berhasil mengisolasi dan mengurutkan genome bakteri vampire tersebut, membuka beberapa kemungkinan untuk memanfaatkan bakteri itu.

Analisa genetik menguak bahwa Micavibrio aeruginosavorus tidak mampu hidup meskipun ada nutrisi melimpah di sekitarnya. Pasalnya, bakteri ini tidak punya gen yang mengendalikan proses transport nutrisi dari dalam ke luar sel. Nutrisi harus didapatkan langsung dari bakteri lain. Peneliti menemukan bahwa bakteri “vampire” memiliki gen yang membantu bakteri memproduksi senyawa untuk melekatkan diri ke bakteri lain. Gen itu mengendalikan proses transport nutrisi dari bakteri yang dimangsa ke dalam sel Micavibrio aeruginosavorus.

Continue reading

Mengapa Feses Kambing itu Bulat dan Keras?

Gambaran Anatomis dari Sistem Pencernaan Kambing

TB-News Sobat TB pasti pernah bertanya-tanya serta terbersit dalam pikiran kalian, kenapa sih feses dari kambing itu keras dan bentuknya bulat-bulat? Kenapa kok gag lembek seperti feses sapi? Bagi sobat TB yang belum tahu maka sobat TB wajib membaca artikel ini. Seperti sobat TB ketahui bahwa kambing termasuk kedalam golongan ruminansia. Pada dasarnya sistem pencernaan pada ruminansia tergolong sama antara satu dengan yang lainya, yaitu makanan masuk mulut – eusophagus – rumen – retikulum – omasum – abomasum terus ke usus halus. Kondisi usus halus antara kambing dan sapi masih mirip, tapi setelah masuk ke dalam usus besar sudah berbeda, penyerapan air dalam usus besar kambing lebih cepat atau lebih baik dibandingkan dengan sapi, sehingga feses dari kambing cenderung keras dibandingkan dengan sapi. Dan untuk untuk terbentuknya feses yang bulat-bulat, di usus besar kambing bentuknya bergelombang-gelombang karena penyerapan air yang lebih baik, kotoran yang terdorong keluar pun menggumpal dan akhirnya terbentuk feses yang bulat-bulat.

Ditemukan, Virus Pembasmi Sel Kanker

Virus Vesikular Stomatitis

TB-News Penelitian untuk menemukan obat kanker terus dilakukan oleh para ahli dari berbagai penjuru dunia. Setitik harapan kini hadir bagi para pasien kanker menyusul ditemukannya sejenis virus unik oleh para ilmuwan di Eropa. Dalam riset terbarunya, peneliti dari LIFE – Faculty of Life Sciences, the University of Copenhagen Denmark menemukan bahwa virus stomatitis vesikuler (VSV) memiliki potensi besar yang sebelumnya tidak banyak diketahui. Virus tersebut mempunyai dua kemampuan hebat yakni, membunuh sel kanker sekaligus menghentikan ekspresi molekul tertentu dari jenis sel kanker yang tersembunyi pada sistem kekebalan tubuh.

Menurut peneliti, beberapa jenis sel kanker diketahui dapat mengekspresikan begitu banyak molekul imunostimulan cair, sehingga menghalangi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mereka, dan memungkinkan sel-sel tersebut berkembang ke arah kanker.Virus stomatitis vesikuler (VSV) adalah rhabdovirus. Virus ini berasal dari famili yang sama dengan virus rabies, dan menyebabkan penyakit yang mirip dengan penyakit kaki dan mulut pada sapi.

Continue reading

“Beternak” Daging di Laboratorium

Sel otot yang tengah dikulturkan di dalam cawan nutrisi

TB-News Kebanyakan manusia selalu berpikir bahwa satu-satunya cara memenuhi kebutuhan konsumsi daging adalah dengan memelihara ternak dan kemudian memotongnya sebelum dikonsumsi. Namun tidak demikian dengan sekelompok ilmuwan yang minggu lalu menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Chalmers University of Technology dan European Science Foundation di Swedia.

Mereka mulai berpikir untuk memproduksi daging tanpa harus memelihara ternak tapi cukup membuat kultur jaringan alias “beternak” daging di laboratorium. Ini mungkin gagasan yang belum banyak dilirik. Cara “beternak” ini mirip dengan cara menumbuhkan jaringan untuk keperluan penelitian. Sel bahan baku ternak diubah menjadi sel otot alias daging di cawan petri kemudian ditumbuhkan. Tentu saja diupayakan agar daging yang berkembang nantinya memiliki nutrisi yang sama dengan daging yang diperoleh dengan cara konvensional. Caranya, dengan menambahkan nutrisi-nutrisi tertentu yang bersumber dari bahan lain.

Continue reading

Mengapa Babi Suka Berkubang Lumpur?

Babi yang berkubang di lumpur

VIVAnews – Seekor babi suka sekali berkubang di lumpur di segala situasi. Ternyata, hal itu ada sebabnya. Seperti dikutip dari situs LiveScience, peneliti dari Wageningen University Marc Bracke, meneliti 66 paper penelitian yang mengulas kebiasaan babi melumpur, serta binatang lain yang suka berkubang.

Ternyata, motivasi terkuat kenapa babi suka berkubang di lumpur adalah untuk pengaturan suhu tubuh. Menurut Bracke, babi memiliki sedikit kelenjar keringat, banyak lemak tubuh, dan tubuh yang menyimpan panas.

Dengan berkubang di lumpur, babi bisa menurunkan temperatur tubuh babi hingga 2 derajat celcius. Berarti, berkubang di lumpur lebih efisien daripada memiliki lebih banyak kelenjar keringat, atau berendam di air dingin.

Tapi, walaupun cuaca dingin, babi tetap akan berkubang di lumpur, karena ini tak sekadar masalah pengaturan temperatur tubuh. Beberapa babi mandi lumpur untuk mengikis parasit-parasit yang menempel di tubuhnya, seperti kutu. Babi juga melakukan hal itu untuk menandai wilayah mereka.

Namun, Bracke mewanti-wanti, bahwa kebutuhan babi untuk berkubang lumpur tidak bisa digantikan dengan menyediakan suhu yang dingin menggunakan pendingin ruangan, serta obat-obat kulit anti parasit.(sumber:www.vivanews.com)